Aku hidup..
Aku bernafas..
Aku berjalan..
Aku bersahabat..
Aku tersenyum..
Aku tertawa..
Aku sedih..
Dan aku menangis..
Ya, aku menangis..
Jalan setapak berubah menjadi jalan menanjak..
Aku tak tahan, aku beristirahat sejenak..
Semakin aku lama beristirahat, semakin jalan itu kian berubah..
Banyak kujumpai reruntuhan batu..
Emosiku memuncak, mengapa begitu sulit?
Dan semenjak itu aku berubah..
Sosok yang renyah menjadi kaku
Sosok yang hangat menjadi dingin
Sosok yang penuh humor menjadi membisu
Sosok yang penuh tawa menjadi penuh kesendirian
Kau mungkin bertanya-bertanya..
Kau mungkin seolah tak percaya..
Tapi inilah aku yang sekarang..
Jawabannya bukan ada padaku..
Lihatlah sebuah proses yang merubahku
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmenyukai dinamika kehidupan....
BalasHapusada dikala benar2 terpuruk sendirian(sekarang)....
ada d kala puncak juga sendiri...
meraskan smua kesendirian..dalam keributan..
hahhhh...gag da habisnya kalo ngomongin hidup...
yang penting jalani sebagai proses menuju dewasa..
smangad ya.....!!
berubah bukan berarti tak ada teman yang mendukungmu...sahabat pasti akn lebih mengerti itu...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusaku kembali menjadi seperti yang dulu lagi..
BalasHapussemua berkat dia..
Sang Gitaris
siiip...Tuhan hadir dalam diri manusia....
BalasHapuspertolangan Tuhan ada di manusia(teman, sahabat dll)...
berterima kasihlah....^^